Perlukah Memanen Air Hujan di Indonesia?


Riset ini dilakukan oleh Imroatul Chalimah Juliana, mahasiswa program Doktor (S3) di Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung dengan judul: Model Pengelolaan Air Hujan Pada Skala Rumah Tangga dengan Konsep Rainwater Harvesting. Disertasi beliau dilakukan di bawah bimbingan Prof. Syahril Badri Kusuma, Dr. M. Cahyono, dan Prof. Widjaja Martokusumo. Tim penyanggah dan reviewer dalam sidang adalah Arno Adi Kuntoro, PhD;  Hadi Kardhana, PhD dan M.Farid PhD serta Dr. Yadi Suryadi.

Peningkatan kebutuhan air bersih yang berujung pada krisis di kota-kota besar di Indonesia merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian serius. Pendekatan dan solusi alternatif yang dapat ditawarkan pun bermacam-macam. Salah satunya adalah memanfaatkan tingginya intensitas air hujan di Indonesia. Air hujan di panen melalui suatu sistem sederhana yang biasa disebut Rainwater Harvesting (RWH).

Imroatul dalam disertasinya menjelaskan bahwa RWH dapat menjadi alternatif sumber air bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap air tanah maupun air PDAM. Meskipun begitu, penerapan RWH di Indonesia masih sangat kecil karena RWH dirasa tidak memberikan manfaat yang signifikan. Keberhasilan penerapan RWH skala rumah tangga bergantung pada kondisi fisik bangunan dan kemampuan finansial penghuninya untuk membangun sistem RWH. Dengan luas atap minimal 70 m2 dan lahan yang cukup luas untuk penampung air, penerapan sistem RWH akan berjalan efektif.

Imroatul menggunakan behavioral analysis dan konsep water balance untuk mensimulasikan beberapa skenario penggunaan RWH berdasarkan variasi kebutuhan air, kapasitas tangki, dan luas daerah tangkapan air. Algoritma yang digunakan adalah yield before spillagem dan kinerja sistem dinilai berdasarkan kinerja hidrologi dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menerapkan sistem RWH pada skala perumahan, curah hujan efektifnya adalah diatas 2000 mm/tahun, dengan kapasitas tangki 5 m3 dan luas atap/daerah tangkapan air minimal 70 m2. Kelemahan sistem RWH adalah ketidakpastian air hujan (kuantitas) dan kualitas air hujan yang hanya memenuhi standar kualitas air bersih. Dukungan dan tantangan dari pemangku kebijakan dan masyarakat akan mempermudah penerapan sistem RWH pada skala rumah tangga.



[sps.itb.ac.id]

Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar