7 Bisnis Millennials yang Bisa Kamu Kerjakan Hanya dengan Rp 100 Ribu


Berbisnis gak selalu tentang modal besar, meski pun punya budget di awal memang lebih baik. Tapi bukan berarti bisnis tidak bisa dimulai dengan modal kecil.

Di era digital seperti sekarang ini, transaksi jual beli makin mudah. Gak harus selalu buka toko atau ruko, asal punya ide dan mau merealisasikan, budget minim bukan lagi masalah.

Untuk yang ingin berbisnis tapi terbatas modal, di bawah ini ada 7 referensi usaha yang bisa dimulai dengan budget maksimal Rp 100 ribu.


1. Pulsa seluler


Pulsa seluler jadi salah satu kebutuhan millennials yang gak ada habisnya. Kini pulsa seluler memang lebih mudah ditemukan. Hampir semua minimarket menyediakan jasa isi ulang pulsa.

Tapi tetap saja kita harus ke luar rumah atau kantor untuk mampir ke sana. Kebanyakan orang malas melakukannya.

Nah, kamu bisa memanfaatkan kondisi ini menjadi peluang usaha yang menguntungkan. Dengan modal Rp 100 ribu, kamu bisa mengisi saldo ke agen pulsa dan melakukan transaksi lewat ponsel.

Bisa juga dengan menggunakan M-Banking yang terhubung dengan ATM meski biasanya ada biaya tambahan sebesar Rp 1.500 per transaksi.

Kalau bisa menjalani dengan tekun, keuntungannya lumayan, lho!


2. Aksesoris wanita

Buat yang punya tangan terampil, bisnis ini bisa dicoba. Aksesoris unik dan lucu yang dijual online sekarang banyak peminatnya.

Berkreasilah sebebas mungkin untuk menciptakan produk yang punya nilai eksklusifitas. Misalnya dengan menyulap bahan daur ulang jadi kalung atau bando cantik.

Ditambah dengan media pemasaran yang bagus dan gambar produk yang menarik, peluang aksesoris buatanmu dilirik pembeli pasti makin besar.


3. Camilan


Saat ini camilan pedas seperti lidi-lidian, makroni, basreng, dan lainnya sedang naik daun. Padahal rasanya sama dengan yang biasa kamu beli di warung, tapi kemasan yang digunakan sangat catchy. Sampai rasanya sayang untuk tidak membelinya.

Kamu bisa memanfaatkan momen ini untuk membuat produk baru yang belum ada di pasaran. Coba cari camilan favoritmu di pasar atau rumah produksi makanan ringan tradisinonal.

Kamu bisa mengemas lagi makanan tersebut menjadi lebih menarik untuk mengangkat nilai jualnya. Sambil jalan, kamu bisa coba ciptakan varian camilanmu sendiri.


4. Jajanan kekinian

Kamu suka masak dan bereksperimen dengan bahan makanan? Yuk, mulai beranikan diri memasarkan hasil masakanmu!

Coba buat menu simpel dengan bahan-bahan yang mudah dijangkau tapi banyak disukai. Untuk awalnya, kamu bisa tawarkan masakanmu ke teman sekolah, kerja, atau saudara.

Makin bagus kalau bisa punya katalog online di sosial media agar jangkauan pemasaran makin luas.


5. Jasa titip

Jasa titip atau personal shopper jadi salah satu bisnis yang banyak digeluti millennialas zaman sekarang. Sesuai namanya, seseorang akan menitipkan produk tertentu yang akan kamu beli langsung dari tokonya tanpa perantara. Pelanggan tinggal ambil ke tempatmu atau dikirim kembali via ekspedisi.

Kamu bisa berlakukan sistem pre order dengan DP 50 persen atau bisa juga sistem bayar di awal. Biasanya jasa titip punya tarif Rp 15-25 ribu per orang.


6. Polaroid frame


Hasil foto dari kamera polaroid bisa memberikan kesan vintage yang unik. Tapi sayang, kamera ini punya harga selangit dan gak semua orang bisa menjangkaunya. Disinilah kamu bisa menciptakan bidang baru dengan memfasilitasi mereka yang ingin punya hasil foto polaroid.

Cukup bikin template frame polaroid, dan edit foto kiriman klienmu menyerupai polaroid. Kamu bisa sekalian mencetaknya atau mengirimkan soft file untuk dia cetak sendiri.


7. Dropshipper

Jadi dropshipper adalah bisnis yang hampir tanpa modal. Kamu hanya perlu menentukan jenis barang yang ingin kamu jual, mencari supplier-nya, dan menentukan media pemasaran. Misalnya lewat Instagram, Facebook, dan sebagainya.

Kamu tidak perlu repot grosir barang lagi untuk diecer, karena yang mengirim barang ke pelanggan adalah supplier.

Meski relatif mudah, kamu harus jeli dalam memilih supplier barang. Cari pedagang yang jujur dan bisa dipercaya. Sebab, kita tidak bisa melihat langsung kualitas barang yang kita jual. Berbeda dengan reseller yang menerima barang dari supplier terlebih dahulu sebelum sampai ke tangan pelanggan.




[idntimes.com]
Share on Google Plus

About semarang rentcar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar :

Posting Komentar